Belajar Tidak Menyentuh Wanita

Belajar Tidak Menyentuh Wanita

Tulisan ini sebenarnya udah saya pikirin jauh-jauh hari, tapi akhirnya baru saya realisasikan sekarang. Dulu mau nulis tapi laptopnya lagi rusak dan alhamdulillah sekarang udah bisa nulis lagi. 

Saya bikin tulisan ini juga masih dalam tahap belajar. Jadi jangan beranggapan bahwa saya itu udah lebih baik dari kalian. Saya juga masih suka salah. Tapi dengan tulisan ini, saya harap kita bisa belajar bareng-bareng biar jadi pribadi yang lebih baik.

Nah, dalam agama Islam sendiri, kita itu nggak boleh menyentuh seseorang yang bukan mahram kita. Kalau kamu laki-laki maka pantangannya wanita. Sebaliknya, kalau kamu itu wanita maka pantangannya ya laki-laki.

Kalau kita melanggar hukum ini, maka kita udah dapat dosa besar. 
“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian jika ditusuk dengan jarum dari besi , itu lebih baik baginya daripada menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya”, (HR. Thabrani dan juga Baihaqi)
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrâni dalam al-Mujamul Kabîr no.486, 487 dan ar-Rûyânî dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahîhah no. 226.

Hadits ini dengan jelas menunjukkan penegasan haramnya seseorang lelaki menyentuh wanita yang bukan mahramnya.

Demikian juga sebaliknya, seorang wanita tidak boleh menyentuh lelaki yang bukan mahramnya. 


Di desa saya, bersalaman antara wanita dan laki-laki biasa dilakukan dengan bersentuhan. Mungkin ini karena udah jadi kebiasaan turun temurun dan sedikit yang paham bahaya-nya.

Waktu saya sekolah pun sama, bersalaman saling besentuhan dengan lawan jenis menjadi hal yang lumrah.

Padahal kalau udah baligh, kita udah dilarang bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Entah itu temen atau bahkan guru kita, kalau bukan mahram ya nggak boleh.

Parahnya, saya baru NGEH sehabis lulus sekolah.

Saya udah mulai belajar di awal 2019 ini secara perlahan-lahan. Udah diniati buat jaga jarak dan nggak nyentuh wanita yang bukan mahram (khususnya bersalaman).

Sewaktu Lebaran di Juni 2019 kemarin, saya udah mulai praktek. 

Cara saya bersalaman ke kaum hawa bukan menjulurkan tangan dan pakai kontak fisik, tapi nempelin kedua telapak tangan di depan dada. Kurang lebih seperti ini…


Kalau ada yang menjulurkan tangan, saya sebisa mungkin langsung menempelkan kedua tangan ke depan dada.

Sayangnya, masih ada beberapa orang yang saya salami dengan bersentuhan. Waktu itu saya masih suka kagok ke orang yang sudah berumur dan masih ada ikatan saudara.

Alam bawah sadar ngebuat tangan saya berkontak fisik meski dalam hati sebenarnya menolak. 

Alhamdulillah kalau ke temen-temen atau saudara yang masih muda, saya udah bisa bersalaman tanpa bersentuhan. Saya rasa itu awal yang baik buat belajar, terlebih karena selama ini saya bersalaman dengan cara yang salah. 

Saya juga masih belajar membiasakan hal ini agar nantinya tangan ini nggak nyentuh wanita yang bukan mahram lagi.

Kalau kita bukan mahram maka harus melalui prosedur tertentu yaitu dengan cara menikahinya terlebih dahulu.

Begitu juga bagi seorang wanita, sebaiknya menjaga dirinya dari laki-laki yang bukan mahram.

Sekarang, mulai aja dulu yuk!

Yang penting udah mau mencoba dan ada niatan untuk berubah. Daripada acuh sama hal ini dan nggak praktek sama sekali, jelas bahaya. Ngeri banget dosanya, asli.

Sehabis temen-temen baca ini, saya harap bisa belajar bareng dan langsung praktek biar lebih hati-hati.

Kalau ada wanita/lelaki (bukan mahram) yang ingin bersalaman, cukup dengan tempelkan kedua tangan di depan dada.

Apalagi kalau dia itu masih muda, cantik/ganteng yang bisa mengundang syahwat, jangan sampai kita bersentuhan.

Temen-temen bisa simak video ini...


Semoga kita jadi pribadi yang lebih baik.